• Home
  • Ekbis
  • Fokus
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • About
  • Network
    • Koran Aceh
    • Koran Andalas
    • Koran Bali
    • Koran Bandung
    • Koran Banten
    • Koran Batam
    • Koran Bekasi
    • Koran Bengkulu
    • Koran Cirebon
    • Koran Depok
    • Koran Gorontalo
    • Koran Jayapura
    • Koran Lampung
    • Koran Makassar
    • Koran Maluku
    • Koran Mataram
    • Koran Medan
    • Koran Palu
    • Koran Pontianak
    • Koran Samarinda
    • Koran Semarang
    • Koran Sriwijaya
    • Koran Surabaya
    • Koran Tangerang
    • Koran Ternate
    • Koran Yogyakarta
    • Majalah Teras
    • Tabloid Duta
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Forum Humas KSG Gelar Gathering Nigth
  • Lakalantas di Banten Meningkat
  • Garansi Benih Dari Pembenihan Lele Sangkuriang
  • Bahayakah Mimisan pada Anak?
  • PLN Pasarkan Listrik Prabayar
  • Sekelumit YKPP Dephan RI
  • Jejak dan Eksistensi Tari Pendet
  • Masyarakat Adil dan Makmur Kedaulatan Rakyat Berdasarkan Pancasila
  • Pemberdayaan Usaha Ternak
  • Pengembangan Daerah Berbasis Kemandirian
19 November 2008 | Profil

Tuma’i ; Parlemen Yang Kuat Untuk Mendukung Bekasi Ikhsan

Terpilihnya M. Mukhtar sebagai Walikota Bekasi, menciptakan rasa optimisme di kalangan Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di wilayah tersebut. Mereka yakin, dengan berbagai program yang akan dijalankan, Mukhtar dengan didukung seluruh kader dan simpatisan PDIP serta seluruh masyarakat Kota Bekasi, akan mampu membawa kota ini sesuai dengan yang dicita-citakan.

”Dalam kampanye yang lalu, Pak Mukhtar berjanji untuk menciptakan Bekasi yang ikhsan. Hal itu dilakukan dengan meneriskan kebijakan pendidikan gratis hingga SLTP, bahkan Insya Allah tahun 2010 pendidikan gratis bisa diberlakukan hingga SLTA,” kata Tuma’i,.

Menurut Tuma’i, demi tercapainya Bekasi yang Ikhsan, PDIP juga bertekad mendukung Mukhtar untuk ikut memperhatikan pendidikan agama yang dikelola pihak swasta. Menurutnya, hal itu baik untuk dilakukan guna menciptakan SDM yang mampu membawa Bekasi menjadi Kota yang benar-benar Ikhsan.

“Selain itu, pengajian-pengajian di lingkungan masyarakat juga akan diperhatikan. Insya Allah ini juga akan medorong terwujudnya Kota Bekasi yang ikhsan,” katanya.

Tuma’i juga menambahkan, dalam masa kepemimpinannya, Mukhtar juga akan memperjuangkan program untuk membantu para pembina mesjid, sepert margot. Tuma’i berharap program ini bisa berjalan lebih baik.

“Mudah-mudahan program ini bisa berjalan dengan baik masyarakat akan merasakan manfaat pembangunan dan merasa bangga dipimpin oleh Pak Mukhtar,” harap Tuma’i.

Namun, untuk menciptakan pemerintahan yang mampu menjalankan berbagai program pembangunan secara adil dan optimal, Tuma’i memandang penting dukungan parlemen yang juga kuat. Hal itu dibutuhkan agar pembangunan yang diprogramkan benar-benar dapat berjalan sesuai harapan masyarakat.

Atas dasar itulah, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memandang perlunya membangun kekuatan parlemen guna mendukung berbagai program yang akan dijalankan oleh Walikota Terpilih Kota Bekasi, Mukhtar. Mukhtar yang baru ditetapkan, merupakan Ketua PDIP Kota Bekasi yang menduduki jabatan walikota setelah mengalahkan saingan-saingannya.

Untuk mengetahui pandangan Tuma’i tentang perlunya hubungan yang baik antara lembaga birokrasi dengan legislatif, berikut kami sajikan hasil wawancara wartawan Teras dengan tokoh yang dikenal kritis ini.

Bagaimana harapan anda setelah Pak Mukhtar terpilih menjadi Walikota Bekasi?

Saya optimis. Karena sejak awal kami dari PDIP berkomitmen untuk memajukan Kota Bekasi dengan berbagai sumber daya yang dimiliki. Apalagi, sosok Pak Mukhtar adalah kader terbaik yang dimiliki PDIP Kota Bekasi. Sehingga kami yakin, beliau mampu memimpin kota ini menjadi kota yang Ikhsan.

Kami juga yakin berbagai program seperti pendidikan dan kesehatan gratis dapat diwujudkan secara optimal. Hal ini penting, karena tanpa pendidikan dan kesehatan, akan berat menjalankan pembangunan di kota ini.

Sebagai partai pengusung, bagaimana peran PDIP, terutama di parlemen?

Untuk menciptakan pemerintahan yang kuat, tentu diperlukan dukungan parlemen yang kuat pula. karena kita ketahui program-program yang saya sampaukan tadi bisa terhambat ketika tidak dapat dukungan moril yang kongkrit dari DPRD. Maka dari itu, PDIP bertekad terus mendukung berbagai kebijakan walikota terpilih yang berorientasi untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Sesuai dengan filososfi PDIP, sebagai partainya wong cilik.

Untuk menciptakan hal itu, tentu PDIP juga harus kuat di Parlemen, karena bagaimanapun yang saya katakan tadi terkait kepada program partai. Bila perlu, kami ingin menjadi partai mayoritas di DPRD Kota Bekasi. Tapi itu semua tergantung hasil pemilu 2009 nanti, yang pasti PDIP harus memiliki banyak kursi agar pemerintahan tetap kuat.

Bagaimana bila PDIP gagal meraih banyak kursi dalam Pemilu 2009?

Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kota Bekasi merupakan satu-satunya partai pembuat program yang kini dijadikan walikota sebagai acuannya. Otomatis, itu menjadi komitmen PDIP sebagai fraksi untuk bekerja keras mendukung program ini berjalan. Kalau seandainya pada pemilu yang akan datang, program ini tidak di dukung oleh masyarakat melalui wakil-wakilnya di DPRD, saya khawatir program-program yang berpihak pada rakyat ini justru dijegal. Agar program-program itu berjalan dan hasilnya secara maksimal dirasakan masyarakat sehingga tercapailah kemakmuran masyarakat, tidak ada kata lain selain mendukung PDIP.

Lalu, bagaimana upaya PDIP untuk meraih dukungan masyarakat pada pemilu mendatang?

Saya kira PDIP tidak dapat memberikan terlalu banyak janji, karena memang kita tidak pandai membuat janji dalam kemasan politis. Kami hanya berpikir untuk melakukan yang terbaik untuk masyarakat dan mengajak masyarakat untuk melakukan yang terbaik secara bersama-sama.

Kalau ditanyakan apa yang kami tawarkan untuk menarik simpati masyarakat, kami hanya berjanji secara all out mendukung dan melaksanakan program-program yang saya katakan tadi.

Terkait dengan perkembangan ekonomi di Kota Bekasi, sektor industri di Kota Bekasi juga punya peranan yang cukup besar. Bagaimana pandangan anda?

Perekonomian di Kota Bekasi kini berkembang pesat, dan akan semakin berkembang di bawah kepemimpinan Pak Mukhtar. Hal itu tak lepas dari kerja fraksi PDIP di DPRD dalam menarik investor agar mau berinvestasi di kota ini. Itu bukan sekedar program atau sekedar omongan untuk menarik simpati masyarakat. Karena ini merupakan program konkrit untuk menjadikan Kota Bekasi sebagai kota tujuan investasi.

Tujuan kami, dengan semakin banyak investasi yang masuk, pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat tercipta. Akan terjadi banyak pertumbuhan, baik perusahaan, perkantoran maupun pusat perdagangan yang secara otomatis itu akan menyerap tenaga kerja yang sangat banyak.

Apa yang ditawarkan pada investor?

Yang utama adalah pelayanan. Namun, pelayanan yang saya maksud tidak terbatas pada hal-hal yang sifatnya administratif. Pelayanan juga meliputi ketersediaan sarana dan pra sarana penunjang yang baik, misalnya saja jalan lingkar yang sedang direncanakan dan jalan beton yang terus kita perbaiki. Selain itu, tingkat keamanan pun terus ditingkatkan, sehingga para investor merasa puas dan nyaman berinvestasi di Kota Bekasi.

Bagaimana keberpihakan PDIP pada kaum buruh?

Keberpihakan PDIP pada kaum buruh sudah sangat jelas, kami berpihak pada mereka, dan itu tidak harus sekedar slogan. Karena kami sudah memperjuangkannya secara konkrit. Upaya mengundang investor juga merupakan salah satu bukti kesetiaan kami pada kaum buruh. Karena, semakin banyak investor yang masuk, tentu semakin luas kesempatan kerja bagi masyarakat Bekasi.

Dalam kapasitas saya sebagai pemegang amanat rakyat di DPRD, kami tidak hanya semata-mata memperjuangkan, tapi bagaimana menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat. Kalau fraksi PDIP dengan walikota PDIP ini bisa bersinergi, iklim kondusif di Kota Bekasi juga akan mempermudah pelayanan terhadap investor.

Terkait pemilu tahun depan, bagaimana harapan anda?

Saat ini saya sakin, masyarakat sudah semakin cerdas untuk menentukan siapa figur yang paling baik untuk mewakilinya di lembaga legislatif. Kaum pekerja, ulama, akademisi, yang tinggal di perkampungan maupun diperkotaan, semuanya sudah berfikir secara rasional, bahwa program-program yang saya sampaikan tadi hanya akan menjadi kenyataan kalau didukung oleh masyarakat. Mudah-mudahan nanti masyarakat dapat memilih secara bijaksana.

Sekarang anda duduk sebagai anggota legislatif, banyak yang memprediksi anda akan duduk kembali di DPRD Kota Bekasi dengan mudah. Bagaimana tanggapan anda?

Meskipun saat ini, saya duduk sebagai anggota DPRD Kota Bekasi, saya tetap menjalankan komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat. Dan itu tak hanya pada saat akan mendekati pemilu, karena hal itu rutin saya lakukan sejak dulu. Saya tetap mengunjungi masyarakat dan masyarakat tetap banyak yang berkunjung ke tempat saya.

Sekali lagi, kami tidak bisa hanya tumpangkan kaki melainkan harus tetap bekerja keras. Hanya, kerja keras kami adalah memberi pemahaman bagaimana pemerintahan perlu didukung oleh parlemen yang kuat demi mencapai pembangunan yang opimal.

Saya kira masyarakat sudah tidak bisa dibodohi dengan janji-janji palsu yang hanya disampaikan saat mendekati pemilu. Karena, setelah mereka mendapatkan jabatan sebagai wakil rakyat, banyak dari mereka yang tidak pernah terlihat batang hidungnya di tengah-tengah masyarakat. Masyarakat juga tidak akan sebodoh ini, dan masyarakat Kota Bekasi secara umum, sudah tidak akan mau lagi dipermainkan dengan pola demikian.

Ini merupakan berbagai pengaduan masyarakat kepada saya yang sering mendatangi masyarakat. Masyarakat sudah dapat menilai secara obyektif, siapa yang bekerja, siapa yang konsisten siapa yang perduli terhadap negara, karena yang seperti itulah yang lebih baik untuk mewakili mereka. Sekali lagi saya yakin, masyarakat juga tidak bisa dibodohi lagi.

Berita Lain

  • Si Penyet yang Nikmat
  • Menkes Buka Peringatan Hari Osteoporosis Nasional
  • Alokasi Anggaran Lingkungan Rp 2,5 M
  • Industri Kreatif Masih Tersandung Sulitnya Modal
  • DEPSOS:Rp.22 juta Per Tahun Untuk Warga Miskin

Tulis Komentar

  • Home
  • About
Copyright © 2010 Majalah Teras Re-Design by online film izle