Kesempatan Bagi UMKM
Dalam kondisi krisis global yang mulai menjangkit di Indonesia, Mau tak mau, langkah-langkah antisipasi harus disiapkan agar krisis tak mengembalikan Negara ini dalam krisis multidimensi berkepanjangan, seperti yang pernah terjadi di akhir abad 20 lalu.
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), diyakini sebagai satu-satunya sektor ekonomi yang memiliki imunitas yang cukup baik dalam menghadapi berbagai krisis yang terjadi di berbagai negara. Mereka bisa tetap bertahan menghadapi krisis ekonomi global yang melanda dunia saat ini karena selalu berhubungan dengan kebutuhan dasar manusia dengan bahan baku yang dipasok dari daerah sekitarnya.
“Saya kira inilah aspek keunggulan UMKM yang bisa mengatasi krisis ekonomi sebesar apapun,” kata Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Prof. Dr. Darni Daud, MA, saat membuka seminar internasional ekonomi di kampus itu .
Kemacetan satu simpul roda perekonomian yang saat ini dialami Amerika Serikat telah memberi imbas yang nyata bagi perputaran roda ekonomi dunia. Namun guncangan ini bisa ditutupi dengan usaha ekonomi kecil dan menengah yang cukup tangguh menghadapi guncangan krisis ekonomi dunia, ujarnya. Menurutnya, keunggulan UKM seharusnya menjadi “entry point” bagi pelaku ekonomi untuk menjadikannya sebagai jenis usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Yang harus dilakukan sekarang adalah membenahi manajemen UKM dan pemahaman orang terhadap lemahnya rantai produksi UKM. Lihat saja China, hampir semua produksi barang yang diekspor adalah produksi usaha rumah tangga,” jelas rektor.
Di tempat terpisah, Sekretaris Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Provinsi Banten, Revri Aroes juga menegaskan komitmen Pemprov Banten untuk mendorong sektor UMKM untuk mengantisipasi dampak krisis global. Revri memaparkan, upaya-upaya antisipasi itu dilakukan dengan mendorong perekonomian sektor mikro, kecil dan menengah dalam rangka mengoptimalkan sumber daya lokal dalam membangun perekonomian yang mandiri. “Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan berbagai program untuk mendorong berkembangnya sektor UKM guna mengantisipasi dampak krisis,” tegasnya.
Program-program itu, jelas Revri, berbentuk fasilitasi yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku ekonomi mikro, kecil dan menengah. Diantaranya ialah pelatihan, bantuan pengembangan pasar, bantuan modal hingga penjaminan kredit di perbankan. @ ENK
Tulis Komentar