• Home
  • Ekbis
  • Fokus
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • About
  • Network
    • Koran Aceh
    • Koran Andalas
    • Koran Bali
    • Koran Bandung
    • Koran Banten
    • Koran Batam
    • Koran Bekasi
    • Koran Bengkulu
    • Koran Cirebon
    • Koran Depok
    • Koran Gorontalo
    • Koran Jayapura
    • Koran Lampung
    • Koran Makassar
    • Koran Maluku
    • Koran Mataram
    • Koran Medan
    • Koran Palu
    • Koran Pontianak
    • Koran Samarinda
    • Koran Semarang
    • Koran Sriwijaya
    • Koran Surabaya
    • Koran Tangerang
    • Koran Ternate
    • Koran Yogyakarta
    • Majalah Teras
    • Tabloid Duta
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Forum Humas KSG Gelar Gathering Nigth
  • Lakalantas di Banten Meningkat
  • Garansi Benih Dari Pembenihan Lele Sangkuriang
  • Bahayakah Mimisan pada Anak?
  • PLN Pasarkan Listrik Prabayar
  • Sekelumit YKPP Dephan RI
  • Jejak dan Eksistensi Tari Pendet
  • Masyarakat Adil dan Makmur Kedaulatan Rakyat Berdasarkan Pancasila
  • Pemberdayaan Usaha Ternak
  • Pengembangan Daerah Berbasis Kemandirian
11 December 2008 | Wisata

Kesempatan Bagi UMKM

Dalam kondisi krisis global yang mulai menjangkit di Indonesia, Mau tak mau, langkah-langkah antisipasi harus disiapkan agar krisis tak mengembalikan Negara ini dalam krisis multidimensi berkepanjangan, seperti yang pernah terjadi di akhir abad 20 lalu.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), diyakini sebagai satu-satunya sektor ekonomi yang memiliki imunitas yang cukup baik dalam menghadapi berbagai krisis yang terjadi di berbagai negara. Mereka bisa tetap bertahan menghadapi krisis ekonomi global yang melanda dunia saat ini karena selalu berhubungan dengan kebutuhan dasar manusia dengan bahan baku yang dipasok dari daerah sekitarnya.

“Saya kira inilah aspek keunggulan UMKM yang bisa mengatasi krisis ekonomi sebesar apapun,” kata Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Prof. Dr. Darni Daud, MA, saat membuka seminar internasional ekonomi di kampus itu .

Kemacetan satu simpul roda perekonomian yang saat ini dialami Amerika Serikat telah memberi imbas yang nyata bagi perputaran roda ekonomi dunia. Namun guncangan ini bisa ditutupi dengan usaha ekonomi kecil dan menengah yang cukup tangguh menghadapi guncangan krisis ekonomi dunia, ujarnya. Menurutnya, keunggulan UKM seharusnya menjadi “entry point” bagi pelaku ekonomi untuk menjadikannya sebagai jenis usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Yang harus dilakukan sekarang adalah membenahi manajemen UKM dan pemahaman orang terhadap lemahnya rantai produksi UKM. Lihat saja China, hampir semua produksi barang yang diekspor adalah produksi usaha rumah tangga,” jelas rektor.

Di tempat terpisah, Sekretaris Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Provinsi Banten, Revri Aroes juga menegaskan komitmen Pemprov Banten untuk mendorong sektor UMKM untuk mengantisipasi dampak krisis global. Revri memaparkan, upaya-upaya antisipasi itu dilakukan dengan mendorong perekonomian sektor mikro, kecil dan menengah dalam rangka mengoptimalkan sumber daya lokal dalam membangun perekonomian yang mandiri. “Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan berbagai program untuk mendorong berkembangnya sektor UKM guna mengantisipasi dampak krisis,” tegasnya.
Program-program itu, jelas Revri, berbentuk fasilitasi yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku ekonomi mikro, kecil dan menengah. Diantaranya ialah pelatihan, bantuan pengembangan pasar, bantuan modal hingga penjaminan kredit di perbankan. @ ENK

Berita Lain

  • Harga Cabai Merah di Padang Melonjak Naik
  • Polisi Interogasi Teroris yang Hidup
  • Drs. H. Laode M. Agus. M: Masih Banyak Yang Harus Dilakukan
  • Polysindo Eka Perkasa Berganti Nama
  • Tiket KA Lampung – Palembang Habis Dipesan

Tulis Komentar

  • Home
  • About
Copyright © 2010 Majalah Teras Re-Design by online film izle