Perspektif Banten Lima Tahun ke Depan
Kiprah para anggota dewan yang diprediksi lolos sedikit banyak bakal mewarnai sekaligus menentukan arah Provinsi Banten. Hal ini tidak terlepas dari fungsi legislasi, budgeting dan kontrol yang melekat sebagai anggota dewan.
Persaingan antar partai bahkan kelompok di kalangan masyarakat Provinsi Banten nampak menurun setelah sempat menghangat seiring dengan penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2009 kemarin. Meski sempat diwarnai pelanggaraan pemilu dan sudah disidangkan, namun hal ini tidak menimbulkan gejolak berarti seperti di beberapa daerah lain.
Tidak jauh beda dengan para calon legislatif yang diprediksi lolos, dari penelusuran Teras, rata-rata mereka telah memposisikan diri sebagai wakil rakyat untuk daerahnya. Minimal wakil dari daerah pemilihan tempatnya meraih suara. Atribut sebagai wakil partai maupun konstituen pendukungnya sudah mulai memudar. Kondisi ini tentu membawa optimisme bagi masyarakat Banten terhadap wakil-wakil mereka yang duduk di DPRD Provinsi Banten maupun para wakil rakyat yang bakal duduk di kursi DPRD tingkat kota dan kabupaten di wilayah Provinsi Banten.
Visi dan misi yang diusung para calon yang lolos ke kursi dewan secara garis besar tidak jauh dari apa yang telah digariskan oleh partai pengusungnya. Namun demikian, penyesuaian dengan kondisi wilayah setempat tetap ada. Latar belakang mereka yang lolos ke kursi dewan, turut mewarnai kecenderungan visi dan misi yang diusung.
Kemajuan Provinsi Banten menjadi visi dan misi utama yang diusung. Pada tingkatan bidang terlihat pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pendidikan dan layanan kesehatan murah. Kebijakan yang berpihak kepada masyarakat bawah turut pula mewarnai semangat para calon legislatif yang diprediksi bakal lolos.
Untuk meraba kecenderungan warna Provinsi Banten lima tahun ke depan, Teras menampilkan beberapa nama calon yang diperkirakan lolos ke kursi DPRD kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Banten maupun DPRD Provinsi Banten.
Kesejahteraan Rakyat
Menurut Asep Rahmatullah, caleg yang diprediksi lolos ke kursi DPRD Provinsi Banten dari PDIP, keberhasilan tidak identik dengan berbagai gedung besar, pusat perbelanjaan dan kemacetan lalu lintas. Keberhasilan pembangunan lebih pada peningkatan sekonomi sehingga taraf hidup masyarakat meningkat.
“Banten sebagai provinsi yang masih berusia relatif muda, mempunyai potensi untuk lebih maju dan lebih berkembang dari saat ini. Walaupun untuk maju ini mempunyai problematika yang pastinya cukup banyak terutama di bidang sarana prasarana dan infrastruktur,” ungkap Asep.
Untuk itu, Asep mengaku bakal mengedepankan kepentingan rakyat dalam fungsi dan tugas anggota dewan. “Dari tiga fungsi ini kita harus mengedepankan rakyat. Bagaimana kita menjadi wakil rakyat yang berpihak kepada rakyat,” tegasnya.
Dari Kota Serang, H Mujib yang diprediksi bakal lolos menuju DPRD Kota Serang dari Partai Golkar lebih menekankan pada pengembangan potensi wilayah. Dari potensi wilayah, bisa dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemikiran ini nampaknya berasal dari latar belakang H Mujib sebagai mantan kepala desa yang sukses mengembangkan usaha peternakan ayam dan tanaman hias ini.
Lewat pengenalan potensi wilayah, menurut Mujib pembangunan suatu wilayah akan lebih terarah. Demikian pula dengan bantuan pemerintah terhadap masyarakat, bakal lebih mengena. Lewat pengembangan potensi wilayah, pembangunan diharapkan tidak terpusat di satu wilayah tertentu.
Hal senada juga diungkap oleh H Arief Riva’i Madawi SH Msi yang diprediksi lolos kembali duduk di kursi DPRD Kota Cilegon dari Partai Golkar. Menurutnya, terkait dengan otonomi daerah, potensi daerah atau wilayah merupakan aset untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Ekonomi rakyat yang mayoritas informal, menurut Arief, harus diperhatikan untuk mengatasi kendala perekonomian masyarakat. Ekonomi rakyat tidak boleh dipandang sebagai beban jika tidak ingin terlalu bergantung pada sektor ekonomi formal. Keduanya harus saling mendukung untuk mengatasi masalah kesejahteraan rakyat. Sektor ekonomi formal turut membantu sektor ekonomi non-formal melalui community development.
“Sebagai kader PDIP tentu saya akan melaksanakan tugas-tugas dari partai, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Enden Mahyudin, caleg yang diprediksi lolos duduk di kursi DPRD Kabupaten Lebak dari PDIP.
Enden yang awalnya aktif di LSM Garda Demokrasi mengaku memilih jalur politik untuk turut serta dalam proses percepatan pembangunan Kabupaten Lebak. Dari pembangunan yang telah dicapai Kabupaten Lebak saat ini, Enden berkeyakinan Kabupaten Lebak bakal mampu mengejar ketertinggalannya untuk sejajar dengan kabupaten dan kota lain yang ada di Provinsi Banten.
Bagi Suleli SE yang lolos ke DPRD Kota Cilegon dari Partai Demokrat, antara kesejateraan dan pendidikan sulit untuk dipisahkan. Bila salah satu dari bidang ini tidak seimbang, kehidupan akan tidak seimbang pula. Suleli pun mengajak berandai-andai.
“Coba bayangankan apa jadinya bila ada warga masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan tinggi, tapi kesejahteraannya terhambat karena tiadanya kesempatan kerja, atau peluang usaha? Atau coba juga bayangkan apa yang terjadi bila ada orang kaya tapi pola pikirnya pendek karena pendidikannya rendah? Dua-dua nya bisa membahayakan lingkungan,” ujarnya.
“Kedua bidang ini menyangkut pembangunan karakter dan ekonomi bangsa,” tambah Suleli.
Tidak jauh beda juga diperjuangkan H. Rosyid Haerudin SP, MM, yang lolos ke kursi DPRD Kota Cilegon dari PKS. Mengurangi pengangguran, pendidikan dan kesehatan murah menjadi prioritas yang diperjuangkan Rosyid.
“Pendidikan dan kesehatan, saya garis bawahi bukan gratis tetapi murah. Kalau gratis kan variabelnya juga nggak jelas,” ujarnya.
Masih menurut Rosyid, para anggota dewan masih memiliki beban lain untuk mengkomunikasikan tugas pokok, fungsi dan tanggungjawab anggota dewan. Ketidakpahaman masyarakat terhadap hal tersebut, menjadikan dewan memiliki beban berat seiring dengan pemahaman masyarakat bahwa anggota dewan adalah segalanya dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.
Agak berbeda diungkap oleh Saekhu, politisi PPP yang lolos untuk kembali duduk di kursi DPRD Kota Serang. Sebagai wajah lama yang terpilih kembali, Saekhu nampak masih memiliki pekerjaan lumayan banyak untuk diteruskan seiring dengan kondisi Kota Serang. Beragam permasalahan yang menyelimuti Kota Serang didaftarnya.
Masih menurut Saekhu, di Kota Serang setidaknya ada empat bidang yang masih diliputi permasalahan. Yakni, bidang pemerintahan, sosial budaya, perekonomian dan pendidikan. Permasalahan ini tidak terlepas dari usia Kota Serang yang relatif masih muda.
Pemikiran serta visi dan misi yang diusung para caleg yang diprediksi lolos yang merupakan narasumber Teras dapat diikuti pada beberapa tulisan di halaman berikutnya.@TIM
Tulis Komentar