• Home
  • Ekbis
  • Fokus
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • About
  • Network
    • Koran Aceh
    • Koran Andalas
    • Koran Bali
    • Koran Bandung
    • Koran Banten
    • Koran Batam
    • Koran Bekasi
    • Koran Bengkulu
    • Koran Cirebon
    • Koran Depok
    • Koran Gorontalo
    • Koran Jayapura
    • Koran Lampung
    • Koran Makassar
    • Koran Maluku
    • Koran Mataram
    • Koran Medan
    • Koran Palu
    • Koran Pontianak
    • Koran Samarinda
    • Koran Semarang
    • Koran Sriwijaya
    • Koran Surabaya
    • Koran Tangerang
    • Koran Ternate
    • Koran Yogyakarta
    • Majalah Teras
    • Tabloid Duta
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Forum Humas KSG Gelar Gathering Nigth
  • Garansi Benih Dari Pembenihan Lele Sangkuriang
  • Bahayakah Mimisan pada Anak?
  • PLN Pasarkan Listrik Prabayar
  • Lakalantas di Banten Meningkat
  • Jejak dan Eksistensi Tari Pendet
  • Sekelumit YKPP Dephan RI
  • Masyarakat Adil dan Makmur Kedaulatan Rakyat Berdasarkan Pancasila
  • Demokrasi Dalam Bingkai Pancasila
  • Pengembangan Daerah Berbasis Kemandirian
31 August 2009 | Kolom

Jejak dan Eksistensi Tari Pendet

Oleh:
GS.Ashok Kumar

ashokHebat toh Mantap toh, dari soal Teroris sampai Kekayaan Kultural & TKI Indonesia, semua di Dominasi habis oleh Malaysia, yang di Pulangkan hanya Manohara ha…ha…ha….

Sekarang Tari Pendet jadi Ramai, Tari Pendet yang merupakan Bagian Budaya Indonesia Hindu Bali sama sekali tidak pernah masuk Literatur Tari Daerah di Semenanjung Malaysia. Tari Penyambutan Tamu dengan mendapat sebutan Khusus sebagai Tari Pendet Puja Astuti tersebut, di Modifikasi pada tahun 1950. Penciptanya Ni Ketut Reneng dan I Wayan Rindi, menjadikan Pendet dengan Empat Penari sebagai bagian dari Pertunjukan Turistik di Bali.

Kemudian pada Tahun 1961, I Wayan Beratha mengolah kembali Tari Pendet dengan Lima Penari yang bertahan hingga saat ini.
Pembukaan Asean Game di Jakarta pada Tahun 1962 kembali di Modifikasi sebagai Tarian Massal dengan 800 Penari, atas Dorongan Presiden RI Pertama Soekarno.

Munculnya Tari Pendet dalam Iklan Promosi Program TEASER DISCOVERY CHANNEL berjudul Enigmatic Malaysia yang di Produksi oleh sebuah Rumah Produksi Malaysia bernama KRU Studio Production itu sebuah PH ( Production House ).

Sedangkan Penarinya sendiri yang bernama Lucia Lulusan S.T.S 2001 Bali kaget tidak tau menahu bagaimana bisa di Tayangkan sampai ke Luar Negeri padahal Rekaman Tari Pendet tersebut di ambil pada Tahun 1997 oleh Bali Record untuk Konsumsi kalangan sendiri.

Apa yang dapat kita Kutip di sini bahwa Kekayaan Negara Tercinta ini Indonesia, Bernilai & Berpotensi sekali. Unesco Global Heritage sudah menerima Pengakuan Hak Cipta Karya Anak Bangsa yaitu Wayang pada Tahun 2003 kemudian Tahun 2005 Keris. Hak Cipta & Hak Paten itu berbeda karena di dalamnya terkandung Tangible & Intangible.
Kenapa tidak sekalian saja semua di Inventaris, jadi tidak menunggu orang lain sudah mulai Mempublikasikan baru kita Uring-uringan.

Artinya apabila kita memang Cinta betul dengan Kesenian & Kebudayaan merupakan PR, buatlah tempat Hiburan Malam Khusus Traditional Performance sekarang ini dan kita lebih Appreciate dengan Hiburan-hiburan Live Music, Organ Tunggal, Trend Dancer-dancer dan sejenisnya. Wong di Hajatan / Pesta saja jarang di sajikan lebih Condong ke Organ Tunggal / Band.

Ada sisi Positive buat Indonesia Sebab Akibat dari Tingkah Laku Negeri Jiran, Tetangga kita Malaysia itu.melakukan Promosikan dengan pola “ Alibi Marketing “ dengan memakai Product orang lain. Tanpa disadari Malaysia itu Mengaku Miskin dengan Kesenian & Kebudayaan nya sendiri, tidak punya Unggulan Product untuk di Orbitkan. Contohnya di Indonesia ada Barongsai dari China, Ramayana, Mahabrata dari India, kita tayangkan kita sajikan tidak pernah kita Serakah Mencaploknya.

Sifat khilaf itu Manusiawi apalagi di Bulan Suci Ramadhan ini, jadi kita jangan Ikut-Ikutan terpancing Emosi, Ngomporin atau indakan-tindakan yang tidak Terpuji. Dengan besar hati Tunjukan Kebanggaan, bahwa banyak Negara – Negara lain masih membutuhkan Hasil-hasil karya Anak Bangsa tercinta ini. Biarkan mereka – mereka Para Eksekutif, Legislatif dan Judikatif yang menyelesaikan dengan Arief dan Bijaksana.

Seyogyanya Pemerintah Indonesia mengundang secara Resmi Kenegaraan Malaysia & sekalian Singapore, dengan Kepala Dingin. How To Solve The Problem To Solution, menceritakan segala sesuatu yang telah terjadi di Negara kita ini Indonesia, sambil di Tanya Apa Ada Dendam ama Indonesia. Kelakuan ini merupakan Jalan Terbaik daripada kita Demo ke Kedutaan atau Membakar Bendera. Surat menyurat itu model lama, sekarang itu perlu Action Ciptakan Kedamaian & Kesejahteraan.

Penulis adalah Wakil ketua PHRI Banten

Berita Lain

  • Mari Elka, Ekonom Kelas Dunia yang Kembali Jadi Mendag
  • PLN Cikande & Prima Krakatau Ganti Nahkoda
  • Paguyuban Wartawan Lebak Resmi Terbentuk
  • Selama Ramadhan, Gubernur Aceh Sesuaikan Jam Kerja
  • Ary Tolak Mentah-Mentah Pernyataan Kapolri

Komentar Anda:

  1. burhan | 30 November 2009 | 12:50

    lantas dengan apa dengan ketidak hormatan bangsa Indonesia dilawan??

  2. burhan | 30 November 2009 | 12:55

    karena bukan satukali atau dua kali sikap tidak menghormati dan menghargai bangsa malaysia kepada indonesia. apakah ini karena kemerosotan identitas bangsa Indonesia sebagai negara yang bermandiri?,

    apakah pada Orba malaysia begitu juga menghargai kehormatan kita. trims..

Tulis Komentar

  • Home
  • About
Copyright © 2010 Majalah Teras Re-Design by online film izle