• Home
  • Ekbis
  • Fokus
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • About
  • Network
    • Koran Aceh
    • Koran Andalas
    • Koran Bali
    • Koran Bandung
    • Koran Banten
    • Koran Batam
    • Koran Bekasi
    • Koran Bengkulu
    • Koran Cirebon
    • Koran Depok
    • Koran Gorontalo
    • Koran Jayapura
    • Koran Lampung
    • Koran Makassar
    • Koran Maluku
    • Koran Mataram
    • Koran Medan
    • Koran Palu
    • Koran Pontianak
    • Koran Samarinda
    • Koran Semarang
    • Koran Sriwijaya
    • Koran Surabaya
    • Koran Tangerang
    • Koran Ternate
    • Koran Yogyakarta
    • Majalah Teras
    • Tabloid Duta
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Forum Humas KSG Gelar Gathering Nigth
  • Lakalantas di Banten Meningkat
  • Garansi Benih Dari Pembenihan Lele Sangkuriang
  • Bahayakah Mimisan pada Anak?
  • PLN Pasarkan Listrik Prabayar
  • Sekelumit YKPP Dephan RI
  • Jejak dan Eksistensi Tari Pendet
  • Masyarakat Adil dan Makmur Kedaulatan Rakyat Berdasarkan Pancasila
  • Pemberdayaan Usaha Ternak
  • Pengembangan Daerah Berbasis Kemandirian
31 August 2009 | Nasional

Presiden dan Menkeu Bahas APBN 2010

srimulyaniJakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan pertemuan dengan Menkeu Sri Mulyani Indrawati di Wisma Negara Jakarta, Senin (31/8) untuk membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010.

Ditemui seusai pertemuan, Sri Mulyani mengatakan, topik pembahasan hanya berpusat kepada APBN dan tidak menyinggung hal lain, termasuk kasus kebijakan dana penyelamatan untuk Bank Century.

“Kami konsultasi untuk pembahasan yang sedang berjalan, mengenai APBN 2010. Tentang Bank Century disampaikan itu semuanya sudah sesuai aturan dan semuanya jalan dengan pertimbangan-pertimbangan,” ujarnya.

Pertemuan yang tertutup dari media ini berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Sri Mulyani didampingi oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu dan Direktur Jenderal Anggaran Departemen Keuangan, Anny Ratnawati.

Menyangkut kasus Bank Century, Ani menegaskan, pihaknya telah memenuhi aturan main yang berlaku. “Semuanya sudah sesuai aturan dan berjalan dengan berbagai pertimbangan,” ujarnya.

Sengketa Bank Century mulai muncul gara-gara suntikan dana oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang mencapai Rp6,7 triliun, padahal yang diketahui DPR hanya Rp 1,3 triliun. Apalagi, ternyata dana tersebut dinilai terlalu besar dibandingkan dengan aset yang dimiliki Bank Century yang hanya mencapai Rp 2 triliun.

Sementara itu tentang RAPBN di panja DPR RI, ada perubahan perubahan asumsi baik itu asumsi pertumbuhan ekonomi, pendapatan, subsidi, segala macam. Ada perubahan perubahan yang harus segera dia minta arahan dari presiden, ujarnya.

(***)

Berita Lain

  • Karena Poligami, Presiden Afrika Selatan Terima Anggaran Dobel
  • Kemenkes teliti polusi di Gunung Sinabung
  • Partai Golkar : Meski Ditolak, Tetap Tancap Gas
  • H Arief Riva’i Madawi, SH. M.Si: Kebijakan Berpihak pada Rakyat Kecil
  • MUI Lebak Dukung Hukuman Mati bagi Koruptor

Tulis Komentar

  • Home
  • About
Copyright © 2010 Majalah Teras Re-Design by online film izle