• Home
  • Ekbis
  • Fokus
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • About
  • Network
    • Koran Aceh
    • Koran Andalas
    • Koran Bali
    • Koran Bandung
    • Koran Banten
    • Koran Batam
    • Koran Bekasi
    • Koran Bengkulu
    • Koran Cirebon
    • Koran Depok
    • Koran Gorontalo
    • Koran Jayapura
    • Koran Lampung
    • Koran Makassar
    • Koran Maluku
    • Koran Mataram
    • Koran Medan
    • Koran Palu
    • Koran Pontianak
    • Koran Samarinda
    • Koran Semarang
    • Koran Sriwijaya
    • Koran Surabaya
    • Koran Tangerang
    • Koran Ternate
    • Koran Yogyakarta
    • Majalah Teras
    • Tabloid Duta
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Forum Humas KSG Gelar Gathering Nigth
  • Lakalantas di Banten Meningkat
  • Garansi Benih Dari Pembenihan Lele Sangkuriang
  • Bahayakah Mimisan pada Anak?
  • PLN Pasarkan Listrik Prabayar
  • Sekelumit YKPP Dephan RI
  • Jejak dan Eksistensi Tari Pendet
  • Masyarakat Adil dan Makmur Kedaulatan Rakyat Berdasarkan Pancasila
  • Pemberdayaan Usaha Ternak
  • Pengembangan Daerah Berbasis Kemandirian
24 August 2009 | Nusantara

Terhambat Dana, Labelisasi Museum Pustaka Solo Belum Maksimal

barang-antik-5SOLO - Pemberian label terhadap koleksi benda-benda kuno di Museum Radya Pustaka Solo belum berjalan maksimal. Pasalnya, proses labelisasi yang sudah berjalan tidak dibarengi dengan pencanaan yang memadai. Demikian siaran pers Seksi Pelayanan Informasi Monumen Pers Nasional (MPN) di Solo yang dikeluarkan Senin (24/8).

Dalam siarap pers itu disebutkan, kondisi tersebut mengakibatkan sejauh ini labelisasi baru bisa dilakukan pada koleksi arca dari batu. Sejumlah koleksi lain sudah berlabel, namun label itu adalah label lama yang terbuat dari kayu dan keterangan di dalamnya kurang lengkap. Sedangkan label baru terbuat dari bahan mika berisi keterangan tentang nama benda, tahun pembuatan, kegunaan dan sebagainya.

Ketua Komite Museum Radya Pustaka Solo, Winarso Kalinggo, mengungkapkan salah satu upaya perawatan dan pemeliharaan yang dilakukan komite dan karywan terhadap koleksi museum adalah dengan memberikan label pada tiap koleksi.

Cara ini dilakukan sebagai upaya untuk memudahkan pengunjung dalam mempelajari dan memahami benda-benda kuno bersejarah yang ada. “Semuanya butuh waktu dan biaya,” kata Kalinggo.

Saat ini labelisasi memang baru dilakukan pada sebagian koleksi. Namun pihaknya berencana memperbarui label semua koleksi, tidak hanya arca batu, namun juga arca perunggu, kuningan, gamelan, dan sebagainya.

“Kami hanya berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan sumber daya yang ada. Pelan-pelan tapi pasti, pembenahan dan perawatan ini juga akan selesai,” katanya.
(***)

Berita Lain

  • Ribery Berpotensi Menimbulkan Dilema Bagi Van Gaal.
  • Teroris Atau Pahlawan
  • Etalase Kegagalan
  • Rokman : Hukum Jangan Pandang Bulu
  • Janda Penderita Kaki Gajah Menunggu Bantuan

Tulis Komentar

  • Home
  • About
Copyright © 2010 Majalah Teras Re-Design by online film izle