• Home
  • Ekbis
  • Fokus
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • About
  • Network
    • Koran Aceh
    • Koran Andalas
    • Koran Bali
    • Koran Bandung
    • Koran Banten
    • Koran Batam
    • Koran Bekasi
    • Koran Bengkulu
    • Koran Cirebon
    • Koran Depok
    • Koran Gorontalo
    • Koran Jayapura
    • Koran Lampung
    • Koran Makassar
    • Koran Maluku
    • Koran Mataram
    • Koran Medan
    • Koran Palu
    • Koran Pontianak
    • Koran Samarinda
    • Koran Semarang
    • Koran Sriwijaya
    • Koran Surabaya
    • Koran Tangerang
    • Koran Ternate
    • Koran Yogyakarta
    • Majalah Teras
    • Tabloid Duta
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Forum Humas KSG Gelar Gathering Nigth
  • Lakalantas di Banten Meningkat
  • Garansi Benih Dari Pembenihan Lele Sangkuriang
  • Bahayakah Mimisan pada Anak?
  • PLN Pasarkan Listrik Prabayar
  • Sekelumit YKPP Dephan RI
  • Jejak dan Eksistensi Tari Pendet
  • Masyarakat Adil dan Makmur Kedaulatan Rakyat Berdasarkan Pancasila
  • Pemberdayaan Usaha Ternak
  • Pengembangan Daerah Berbasis Kemandirian
10 November 2009 | Nusantara

Korban Tewas Palopo Meningkat jadi 18 Orang

gempa Tim Search and Rescue (SAR) dan warga setempat berhasil menemukan sebanyak 18 orang korban dan terus mencari empat orang lagi yang masih tertimbun tanah longsor Kota Palopo Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sebelumnya, proses pencarian dari pagi hingga sore tadi telah ditemukan sebanyak sembilan orang. Sementara suasana di penampungan jenazah korban longsor terus berdatangan dan keluarga korban terus menanti kedatangan jasad keluarga mereka.

Sedangkan keluarga korban histeris dan tak kuasa melihat jenazah yang sudah kaku dan dipenuhi tanah. Melihat posisi jasad korban, diperkirakan mereka tertimbun tanah saat mereka tertidur dan berusaha melarikan diri dari hantaman tanah bercampur air ini.

Salah satu tim SAR mengungkapkan, tim gabungan SAR dari TNI, Polri, Tagana, Pemadam Kebakaran dan warga setempat mengalami kesulitan mencari korban akibat kurangnya peralatan yang memadai dan akses jalan yang terputus sehingga peralatan berat juga terhambat masuk.

Sebelumnya enam korban pertama ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, Senin sekira pukul 09.00 di pesisir sungai Bambalu. Mereka ditemukan di dua titik yaitu kilometer 13 dan kilometer 18 trans Palopo-Toraja. Korban kemudian di evakuasi ke Masjid Al Ikhlas, kelurahan Battang Barat.

Selang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 14.00 Wita, tim kembali menemukan tiga mayat di kilometer 18 trans Palopo-Toraja. Beberapa diantara korban tersebut ditemukan dalam kondisi tragis karena sebagian tubuhnya dilalporkan sudah tidak ada.

Selain itu, setidaknya terdapat 51 titik longsor di kilometer 20 hingga kilometer 30, Jalan poros propinsi dari Palopo menuju Tana Toraja. Titik longsor yang terparah terjadi di Lingkungan To’jambu.

Sekitar 100 meter jalan provinsi di lingkungan ini dipastikan tidak dapat dilalui kendaraan. Sejauh ini tim penyelamat baru mengidentifikasi 15 unit rumah yang tertimpa longsor. Selain itu, sejumlah pipa PDAM yang merupakan salah satu proyek di Palopo juga mengalami kerusakan akibat timbunan longsor.

(@sumberkompas.com)

Berita Lain

  • Pondok Golf Asri: Perumahan Nyaman Di Kota Baja
  • Penghentian Sementara
  • Profil Busro Muqoddas: Dari kampus ke KPK
  • H. Rahmat Efendi S.Sos M.Si, Membangun Kota Bekasi dengan Investasi
  • 43 Juta Anak Indonesia Hidup Dengan Perokok Aktif

Tulis Komentar

  • Home
  • About
Copyright © 2010 Majalah Teras Re-Design by online film izle