Yono Hartono, S.Ag: Waspadai Intervensi Asing
Partai besutan H. Prabowo Subianto ini, kian hari kian kokoh menancapkan akarnya di jagat perhelatan dunia politik tanah air. Berangkat dari sebuah pemikiran untuk memperjuangkan kepentingan kaum buruh, petani dan kepentingan masyarakat di tanah air, Partai Gerakan Indonesia Raya melalui mesin politiknya di berbagai daerah terus berusaha saling bahu-membahu guna memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil yang dilakukan secara kontinyu.
Berangkat dari amanat luhur Partai Gerindra tersebut, Yono Hartono selaku Ketua Partai Gerindra Kota Bekasi, dalam menjalankan amanah yang kini diembannya selalu berusaha untuk optimal dalam memperjuangan berbagai kepentingan masyarakat Kota Bekasi. Menurut pria yang akrab di panggil Yono, Partai Gerindra Kota Bekasi, dalam pelaksanaan program kemasyarakatan selalu melakukan konsolidasi-konsolidasi ke masyarakat lapisan bawah, yang dimaksudkan untuk menginput aspirasi-aspirasi masyarakat di Kota Bekasi secara maksimal. “Perjuangan dalam rangka memperjuangkan kepentingan masyarakat akan terus kami lakukan,” pungkas Yono.
Terkait amanah yang kini diemban sosok Yono sebagai seorang politikus Partai Gerakan Indonesia Raya saat ini tak lepas dari sebuah metamorfosa kehidupan seorang manusia seutuhnya. Yono Hartono mengawali aktivitasnya di dunia politik hingga seperti sekarang ini berawal dari sosok seorang aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) pada tahun 1985.
Aktivitas sebagai seorang kader PII dimulai sewaktu menjadi Ketua Komisariat PII Bekasi Barat. Lalu, dari tahun 1986 hingga 1988 ia kembali mengemban amanat sebagai pengurus PII Kabupaten Bekasi, seterusnya dari tahun 1988 sampai 1994 Yono menjadi pengurus wilayah PII Provinsi Jawa Barat. Terakhir, Yono mendapatkan kepercayaan sebagai Pengurus Besar KB-PII yang berpusat di Menteng Raya, Jakarta.
Aktivitas Yono sebagai seorang kader PII tersebut dijalaninya semenjak duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama, hingga masa kuliah. Perjalannya sebagai seorang kader PII membentuk karakter Yono yang santun namun tegas dalam kehidupanya. Selain itu, menurut Yono, masa-masa penggemblengan mental dan spritualnya sebagai kader PII dimasa kuliahnya dulu membuatnya mantap beraktivitas dan berinteraksi dengan masyarakat. “Di kepala saya ini, sudah terbina dan terdidik tentang Izul Islam wal Muslimin,” ungkap Yono.
Seiring berjalannya waktu, dunia aktivis tetap digeluti Yono Hartono, sekitar tahun 2003 Yono Hartono memulai kiprahnya di KNPI Kota Bekasi sampai pada tahun 2007. pada tahun 2008, berawal dari kerjasama yang terjalin antara KNPI dan Partai Gerakan Indonesia Raya yang pada saat itu di motori oleh Mayor Jenderal Purnawirawan TNI Mukhdi PR yang juga merupakan senior Yono Hartono di PII, karir politik Yono sebagai seorang politisi di Partai Gerakan Indonesia Raya dimulai hingga menghantarkan sosok Yono Hartono menjadi Ketua Partai Gerindra Kota Bekasi.
Secara pribadi, Yono Hartono memang sangat mendambakan partai seperti partai Gerindra. Menurut Yono Hartono, Partai Gerindra adalah parpol yang mempunyai kepedulian sosial yang tinggi terhadap rakyat kecil. Selain itu, sosok Pendiri Partai Gerindra (Prabowo Subianto-Red) adalah seorang figur pemimpin yang sangat di idolakannya. “ Prabowo Subianto merupakan seorang sosok militeris keturunan ningrat yang mempunyai konsep pemikiran cerdas dan punya kepedulian tinggi terhadap keberadaan masyarakat kecil”, ujar Yono.
“Saya punya keyakinan, kedepanya dibawah arahan beliau (Prabowo Subianto-Red) partai ini lebih besar lagi dan masyarakat akan lebih merespon eksistensi Gerindra sebagai sebuah parpol yang memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil dan mau bersama sama membangun kehidupan yang lebih baik untuk semua,” lanjut Yono.
Untuk mewujudkan cita-cita luhur partai tersebut, menurut Yono, hal yang dilakukannya kini bersama segenap jajarannya adalah meningkatkan eksistensi Partai Gerindra dari bawah yang mulai dari penetrasi kekuatan sampai kepada prospektif progam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
“Partai ini mempunyai beberapa prinsip, yang pertama prinsip transparansi keterbukaan, yang kedua prinsip kebersamaan, dan yang terakhir adalah prinsip kerakyatan,” jelas Yono.
“Dan ketika kami mencoba untuk meningkatkan pembangunan internal partai, masyarakat sangat respect dan mendukung dengan apa yang kami lakukan ini berarti masyarakat sedikit banyak sudah yakin dengan program kami,” tambah Yono.
Dalam memikul kepercayaan masyarakat tersebut, menurut Yono beberapa program kini telah dilakukan Partai Gerindra Kota Bekasi. Salah satunya adalah program kemasyarakatan Pos Ekonomi Rakyat (PER) dimana selama ini masyarakat atau warga di Kota Bekasi bisa dikatakan tidak mempunyai arah ketika akan memulai sebuah usaha dan berkerja. Untuk itu, Partai Gerindara akan mencoba menjembatani kepentingan rakyat tersebut dan mencarikan solusi yang tepat. Selain itu, dengan PER kedepan dibidang IPTEK.
“Partai Gerindra akan membuat sebuah planning bersama di bidang teknologi, dan memberikan fasilitas-fasilitas penunjang seperti internet gratis yang rencananya akan diberikan di setiap Rukun Warga di Kota Bekasi. Hal tersebut diharapkan, masyarakat dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi-informasi yang dibutuhkan seperti informasi di bidang Pemerintahan Kota Bekasi dengan mudah, tepat dan akurat,” Papar Yono.
Terlepas dari berbagai Program Kemasyarakatan Partai Gerindra yang sudah dan akan dijalankan dalam mengawal proses pembangunan di Kota Bekasi Yono akan melakukan koordinasi dengan Pemkot Bekasi. “Disini Partai Gerindra Kota Bekasi turut mendukung dan akan berpartisipasi dalam proses pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi, dimana figur Mochtar Muhammad sebagai Walikota Bekasi menjadi sosok harapan masyarakat untuk pembangunan di Kota Bekasi yang lebih maju,” ungkap Yono.
“Saya melihat ini sebagai sebuah sinyal yang baik untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan masyarakat, karena Walikota Bekasi mempunyai visi-misi yang sama dengan Partai Gerindra yaitu Pro kepada rakyat kecil. Semoga saja hal tersebut dapat terwujud,” harap Yono.
Masyarakat Kota Bekasi tidak hanya butuh lips service saja, tetapi sebuah kepedulian dari semua pihak mulai dari legislatif, Pemerintah Daerah, DPRD Kota, Parpol-Parpol dan semua elemen yang terkait. “Dengan harapan semua aspirasi masyarakat dapat ditampung, dipertimbangkan dan dibuat skala prioritas untuk pengaplikasiannya di dalam sebuah realita, bukan sebuah mimpi,” ujar Yono yang juga berprofesi sebagai sebagai seorang dosen ini.
Terakhir, menyikapi dinamika politik di tanah air yang sudah berkembang sedemikian cepatnya, Yono Hartono berharap agar bangsa ini berhati-hati dengan intervensi asing di kancah perpolitikan tanah air. Kita harus punya strategi khusus untuk menghalaunya karena disana, unsur kapital merupakan unsur kekuatan yang digunakan untuk menghantam bangsa ini. @TAUFIK/BANDI
Tulis Komentar