• Home
  • Ekbis
  • Fokus
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • About
  • Network
    • Koran Aceh
    • Koran Andalas
    • Koran Bali
    • Koran Bandung
    • Koran Banten
    • Koran Batam
    • Koran Bekasi
    • Koran Bengkulu
    • Koran Cirebon
    • Koran Depok
    • Koran Gorontalo
    • Koran Jayapura
    • Koran Lampung
    • Koran Makassar
    • Koran Maluku
    • Koran Mataram
    • Koran Medan
    • Koran Palu
    • Koran Pontianak
    • Koran Samarinda
    • Koran Semarang
    • Koran Sriwijaya
    • Koran Surabaya
    • Koran Tangerang
    • Koran Ternate
    • Koran Yogyakarta
    • Majalah Teras
    • Tabloid Duta
pajak
Ucapan

Berita Populer

  • Forum Humas KSG Gelar Gathering Nigth
  • Lakalantas di Banten Meningkat
  • Garansi Benih Dari Pembenihan Lele Sangkuriang
  • Bahayakah Mimisan pada Anak?
  • PLN Pasarkan Listrik Prabayar
  • Sekelumit YKPP Dephan RI
  • Jejak dan Eksistensi Tari Pendet
  • Masyarakat Adil dan Makmur Kedaulatan Rakyat Berdasarkan Pancasila
  • Pemberdayaan Usaha Ternak
  • Pengembangan Daerah Berbasis Kemandirian
1 March 2010 | Lingkungan

Jateng dan Jabar Yang Paling Sering

Wilayah provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Barat (Jabar) tercatat sebagai daerah paling sering dilanda bencana di Indonesia. “Di Jateng terjadi 1.000 kali bencana dan di Jabar 997 kali bencana dalam 13 tahun terakhir,” kata Koordinator Pusat Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ridwan Yunus di Padang, Senin (1/3/2010).

Ridwan menyebutkan, bencana di Jateng dan Jabar itu bagian dari 6.632 kali bencana yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia dalam kurun waktu 1997 hingga 2009.

Daerah lain yang banyak dilanda bencana, Jawa Timur sebanyak 593 kali, Sulawesi Selatan (363), Nusa Tenggara Timur (334), Kalimantan Selatan (324), Sumatra Utara (274), Nanggroe Aceh Darussalam (207), Jakarta (193) dan Sumatra Barat (193).

Daerah paling sedikit terkena bencana, Papua Barat (1), Sulawesi Tenggara (28), Sulawesi Barat (36), Gorontalo (37), Bengkulu (42), Bangka Belitung (44) dan Papua (47).

Dari 6.632 kali bencana dalam 1997-2009 di Indonesia, paling banyak pada 2007 yang mencapai 1.302 kali.

Setelah 2007, bencana paling banyak kedua terjadi pada 2004 mencapai 895 kali, disusul 2007 (888 kali), 2006 (851), 2005 (693), 2003 (532) dan 1998 (497).

“Jumlah bencana paling sedikit terjadi pada 1997, empat kali, disusul 2000, 82 kali dan 1999 sebanyak 101 kali,” tambahnya.

Sementara itu, jumlah bencana melanda Indonesia selama 2009 masih dalam pendataan dan telah terdata sebanyak 498 kali.

Jenis bencana yang melanda Indonesia didominasi banjir, mencapai 35 persen dari total 6.632 kali bencana, disusul kekeringan (18 persen), tanah longsor, angin topan dan kebakaran, masing-masing 11 persen.

“Bencana banjir yang disusul tanah longsor tercatat sebanyak tiga persen dari total jumlah bencana tersebut,” katanya.

Berita Lain

  • Azyumardi: Jangan Bertindak Berlebihan
  • Boneka dari Cikiwul
  • Menteri Perdagangan Malaysia Sambangi Hatta
  • Dapoer Riung Asri Back To Nature
  • Bambang Hermanto : Kalau Mau Kaya, Jangan Jadi Wakil Rakyat

Tulis Komentar

  • Home
  • About
Copyright © 2010 Majalah Teras Re-Design by online film izle